Merancang dan Membangun Tim Impian

Merancang dan Membangun Tim Impian

Membangun Tim Impian  Kini tibalah saatnya merancang tim impian Anda.

Perlu diketahui bahwa saat Anda merencanakan kebutuhan tim maka hal tersebut tidak akan terlepas dari rencana strategis organisasi yang menjelaskan arah langkah dan perjalanan yang dihadapi oleh sebuah organisasi.

Rencana strategis inilah yang akan menentukan bentuk organisasi yang dibutuhkan hingga spesifikasi kendaraan untuk membantu organisasi sampai ke tujuannya. Tentu saja setiap kendaraan memiliki elemen-elemen dengan spesifikasi tertentu yang dibutuhkan.

Seperti sebuah perjalanan, tentu saja sebuah organisasi juga membutuhkan tujuan yang jelas. Ketika tujuan sudah jelas maka perlu diketahui juga mengenai seberapa jauh perjalanan dan seberapa terjal jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan.

Hal ini akan membantu dalam penentuan spesifikasi kendaraan yang semestinya digunakan. Dari setiap kendaraan tersebut dapat diketahui suku cadang dengan spesifikasi dan jumlah tertentu.

Jika Anda adalah organisasi dan tujuan adalah tempat yang ingin Anda tuju maka kendaraan adalah organisasinya, dan suku cadang adalah anggota tim yang bekerja dan berkarya dalam organisasi Anda.

Jenis kendaraan yang Anda gunakan sangat tergantung kepada jauhnya tujuan Anda dan medan yang akan ditempuh maka organisasi yang Anda bangun juga disesuaikan dengan kebutuhan rencana strategis organisasi Anda.

Sama saja dengan suku cadang yang memiliki spesifikasi dengan kadar dan ukuran tertentu maka seperti itu pula tim yang Anda butuhkan sebagai seorang pemimpin organisasi yang sedang melakukan perjalanan. Anda membutuhkan orang-orang dengan spesifikasi tertentu untuk mengisi jabatan dan fungsi tertentu pula agar “kendaraan” yang digunakan dapat berfungsi dengan baik sehingga Anda bisa sampai ke tujuan sesuai dengan perencanaan dan waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

Hanya saja pada beberapa kondisi, manusia yang bergabung dalam organisasi Anda tidak bisa disamakan persis dengan onderdil kendaraan. Mereka adalah manusia yang bisa bertumbuh dan berkembang, memiliki bakat dan passion, serta memiliki kelemahan dan potensi.

Oleh karena itu yang perlu kita lakukan tentu saja tidak hanya sebatas mencari orang-orang dengan spesifikasi terbaik, tetapi juga mengembangkan mereka sehingga memiliki kompetensi yang diharapkan organisasi.

Untuk itu, kita perlu menganalisis setiap jabatan dengan lebih dulu mengetahui dan mendeskripsikan dengan detail dua hal besar yakni job spesification dan job competencies.

Tujuannya agar tim yang dihadirkan dalam organisasi benar-benar seseorang yang siap untuk menjadi bagian dari kesuksesan organisasi. Dua hal tersebut yang akan kita detailkan di dalam chapter ini.

Sebelum melangkah lebih jauh, kami mengajak Anda untuk mendeskripsikan terlebih dahulu rencana strategis untuk organisasi Anda. Apa visi dan misi organisasi Anda?

Apa langkah strategis yang akan dibuat untuk organisasi Anda?

Nah dalam hal ini, Anda boleh menggunakan pendekatan dan tools perencanaan strategis mana pun yang pernah Anda pelajari. Anda bisa saja menggunakan Business Model Canvas, Six Sigma, atau apa pun.

Berikut ini kami sajikan sebuah perencanaan strategis dengan pendekatan balanced scorecard untuk Membangun Tim Impian  , sebuah konsep yang mulai dikembangkan dalam strategi bisnis. Konsep ini dianggap mampu mengukur kinerja bisnis yang telah dicapai

Balanced Scorecard untuk Mengukur Kinerja Manajemen

Pada tahun 1990, Robert S. Kaplan dan David P. Norton telah memopulerkan konsep baru untuk mengukur kinerja suatu manajemen. Konsep ini diberi nama balanced scorecard. Balanced scorecard adalah suatu konsep manajemen yang menekankan pada pengukuran keuangan dan nonkeuangan berdasarkan visi dan misi suatu organisasi.

Balanced scorecard dapat digunakan sebagai alat komunikasi dalam suatu organisasi atau bisnis.

 Balanced scorecard adalah salah satu alat yang digunakan oleh manajer untuk mengukur kinerja suatu bisnis yang dilihat dari empat perspektif. Keempat perspektif itu terdiri dari perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, pertumbuhan dan pembelajaran.

  1. Perspektif Keuangan

Kinerja keuangan dapat dilihat dari jumlah penerimaan dan pengeluaran. Ada tiga tahapan bisnis, yaitu bertumbuh (growth), bertahan (sustain), dan menuai (harvest). Growth adalah tahap awal suatu bisnis. Organisasi dituntut untuk dapat mengembangkan produk, fasilitas, dan sistem operasi, serta menciptakan hubungan baik dengan pelanggan. Hal ini dilakukan untuk mengukur tingkat penjualan produk di pasaran.

Sustain adalah tahap di mana organisasi harus bisa bertahan dengan kondisi pasar dan melakukan perbaikan operasional jika memang diperlukan. Pada tahap ini, organisasi tidak lagi fokus pada strategi jangka panjang, tetapi lebih melihat pada tingkat pengembalian investasi. Hal ini dapat dilakukan, salah satunya dengan melihat nilai Return on Invesment (ROI). Tahap terakhir adalah harvest. Pada tahap ini, organisasi mulai menuai hasil dari investasi yang mereka lakukan.

  1. Perspektif Pelanggan

Sebelum memasarkan produknya, organisasi harus menentukan target pemasaran produk. Fokus utama dari suatu bisnis adalah pelanggan. Oleh sebab itu, suatu organisasi sebaiknya mampu menghasilkan produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Produk yang dihasilkan harus memiliki kualitas yang baik. Perspektif pelanggan juga dapat dinilai dari kemampuan organisasi dalam mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan.

  1. Perspektif Proses Bisnis Internal

Perspektif proses bisnis internal ini dapat dilihat dari proses yang digunakan untuk mencapai peningkatan pelanggan dan untuk memberikan kepuasan kepada para pemegang saham. Tahapan dalam proses ini terdiri dari proses inovasi, operasional, dan pelayanan.

Jika dibahas lebih lanjut lagi, proses inovasi merupakan cara organisasi dalam mengembangkan produknya untuk mencukupi kebutuhan pelanggan.

Keberhasilan proses ini dapat dilihat dari jumlah produk yang dikembangkan, besarnya minat konsumen terhadap produk baru, besarnya biaya yang diperlukan, dan besarnya persentase pengembangan (modifikasi) terhadap produk lama.

Adapun proses operasional merupakan proses yang dilakukan dengan pengukuran terhadap kualitas produk, biaya yang diperlukan untuk menghasilkan produk, dan waktu yang dibutuhkan untuk mendistribusikan produk ke tangan konsumen.

Sedangkan proses pelayanan merupakan hal yang tidak hanya dilakukan sebatas pada waktu penjualan, tetapi juga setelah penjualan selesai. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan kepercayaan konsumen terhadap produk organisasi ini.

  1. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan

Perspektif ini dilakukan untuk mendorong organisasi agar tetap tumbuh. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perspektif ini, di antaranya mengenai karyawan dan sistem informasi.

Tingkat kepuasan dan kontribusi karyawan harus benar-benar diperhatikan agar dapat mendorong kinerja karyawan sehingga mampu menghasilkan ide-ide kreatif. Tidak kalah pentingnya, sistem informasi juga harus diperhatikan agar bisa cepat dalam memperoleh informasi mengenai kondisi pasar.

Adanya balanced scorecard ini dapat mewujudkan strategi yang telah disusun menjadi sebuah tindakan nyata. Balanced scorecard juga dapat digunakan oleh organisasi untuk mendorong terjadinya komunikasi antara karyawan dan manajemen.

Dengan begitu, adanya strategi ini diharapkan dapat memunculkan kerja sama yang baik dalam memajukan organisasi.

Balanced scorecard dapat dijadikan tolok ukur faktor keuangan dan nonkeuangan. Selain itu juga dapat menjelaskan tujuan strategi jangka panjang dan cara mencapainya. Konsep ini juga bisa digunakan untuk mengukur faktor internal dan eksternal suatu bisnis dan dalam kegiatan rutin, seperti menyusun rencana anggaran, menyusun manajemen kerja, serta membuat kebijakan baru yang disepakati pihak manajemen dan karyawan.

Penggunaan balanced scorecard dapat dilakukan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kemudian setiap elemen yang berhubungan dengan bisnis ini dievaluasi. Hal ini dilakukan karena setiap elemen tersebut akan memengaruhi kinerja bisnis sehingga nantinya juga akan memengaruhi tujuan yang dicapai oleh organisasi.

Sekarang, silakan tuliskan rencana strategis Anda dengan mengisi forms balanced scorecard yang kami sajikan berikut ini.

Ambil pensil dan mulailah mencorat-coret forms yang kami telah sediakan berikut ini.

Langkah pertama, awali dengan visi organisasi Anda. Visi bisa didefinisikan dengan tujuan atau wujud dan capaian organisasi Anda pada masa yang akan datang. Sementara misi menjawab pertanyaan fokus utama dari organisasi Anda dan langkah yang harus organisasi Anda lakukan untuk mencapai visi organisasi adalah hal terpenting. Visi dan misi biasanya dibuat untuk kurun waktu 5 hingga 10 tahun ke depan.

Visi Organisasi Kami
Misi Organisasi Kami

 

Selanjutnya, silakan tulis empat perspektif yang ingin Anda capai dalam waktu satu periode ke depan (satu periode biasanya satu tahun organisasi).

ScorecardBussiness Objective & Strategy MapMeasurement
MeasuresTargetsInitiatives
Financial Perspective
Market Perspective
Operational Perspective
Learning & People Perspective

 

Informasi paling penting yang kita butuhkan adalah agar kita mengetahui kebutuhan tim untuk mencapai rencana strategis yang diharapkan organisasi.

Dengan memiliki balanced scorecard, kita menjadi paham kualitas dan kuantitas tim yang dibutuhkan sekaligus memahami fokus dan prioritas pengelolaan tim saat ini, termasuk desain struktur organisasi bagi organisasi Anda.

Selamat Membangun Tim Impian anda ..

Untuk kebutuhan program berkaitan dengan SDM atau Membangun Tim Impian dalam perusahaan anda kami Supersonality siap bersinergi silahkan kunsultasikan dengan team kami.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan?