Evaluasi Pelatihan Model Kirkpatrick

Evaluasi Pelatihan Model Kirkpatrick

Evaluasi Pelatihan Model Kirkpatrick – Pelatihan adalah cara yang jamak dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan kompetensi, attitude, dan pengetahuan peserta.

Pelatihan dilakukan dengan tujuan agar terjadi peningkatan kinerja individu dan ujungnya adalah kinerja korporat. Pertanyaannya, bagaimana cara melakukan evaluasi pelatihan ?

Menurut Kirkpatrick dalam www.businessballs.com/Kirkpatricklearningevaluationmodel.htm

evaluasi terhadap efektivitas program pelatihan mencakup empat level evaluasi, yaitu: level 1 – Reaction, level 2 –Learning, level 3 – Behavior, level 4 – Result.

  1. Evaluating Reaction.

Mengevaluasi terhadap reaksi peserta training berarti mengukur kepuasan peserta (customer satisfaction).

Program training dianggap efektif apabila proses training dirasa menyenangkan dan memuaskan bagi peserta training sehingga mereka tertarik termotivasi untuk belajar dan berlatih.

Dengan kata lain peserta training akan termotivasi apabila proses training berjalan secara memuaskan bagi peserta yang pada akhirnya akan memunculkan reaksi dari peserta yang menyenangkan.

Sebaliknya apabila peserta tidak merasa puas terhadap proses training yang diikutinya maka mereka tidak akan termotivasi untuk mengikuti training lebih lanjut.

Dengan demikian dapat dimaknai bahwa keberhasilan proses kegiatan training tidak terlepas dari minat, perhatian dan motivasi peserta training dalam mengikuti jalannya kegiatan training.

Orang akan belajar lebih baik manakala mereka memberi reaksi positif terhadap lingkungan belajar.

Kepuasan peserta training dapat dikaji dari beberapa aspek, yaitu materi yang diberikan, fasilitas yang tersedia, strategi penyampaian materi yang digunakan oleh instruktur, media pembelajaran yang tersedia, jadwal kegiatan sampai menudan penyajian konsumsi yang disediakan. 

  1. Evaluating Learning.

Menurut Kirkpatrick “learning can be defined as the extend to which participans change attitudes, improving knowledge, and/or increase skill asa result of attending the program”.

Ada tiga hal yang dapat instruktur ajarkan dalam program training, yaitu pengetahuan, sikap maupun ketrampilan. Peserta training dikatakan telah belajar apabila pada dirinya telah mengalamai perubahan sikap, perbaikan pengetahuan maupun peningkatan ketrampilan.

Oleh karena itu untuk mengukur efektivitas program pelatihan maka ketiga aspek tersebut perlu untuk diukur.

Tanpa adanya perubahan sikap, peningkatan pengetahuan maupun perbaikan ketrampilan pada peserta training maka program dapat dikatakan gagal.

Penilaian evaluating learning ini ada yang menyebut dengan penilaiah hasil (output) belajar. Oleh karena itu dalam pengukuran hasil belajar (learning measurement) berarti penentuan satu atau lebih hal berikut:

(a) Pengetahuan apa yang telah dipelajari?,

(b) Sikap apa yang telah berubah?,

(c) Ketrampilan apa yang telah dikembangkan atau diperbaiki?.

  1. Evaluating Behavior.

Evaluasi pada level ke 3 (evaluasi tingkah laku) ini berbeda dengan evaluasi terhadap sikap pada level ke 2. Penilaian sikap pada evaluasi level 2 difokuskan pada perubahan sikap yang terjadi pada saat kegiatan training dilakukan sehingga lebih bersifat internal, sedangkan penilaian tingkah laku difokuskan pada perubahan tingkah laku setelah peserta kembali ke tempat kerja.

Apakah perubahan sikap yang telah terjadi setelah mengikuti training juga akan diimplementasikan setelah peserta kembali ke tempat kerja, sehingga penilaian tingkah laku ini lebih bersifat eksternal.

Perubahan perilaku apa yang terjadi di tempat kerja setelah peserta mengikuti program training. Dengan kata lain yang perlu dinilai adalah apakah peserta merasa senang setelah mengikuti training dan kembali ke tempat kerja?.

Bagaimana peserta dapat mentrasfer pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang diperoleh selama training untuk diimplementasikan di tempat kerjanya,

karena yang dinilai adalah perubahan perilaku setelah kembali ke tempat kerja maka evaluasi level 3 ini dapat disebut sebagai evaluasi terhadap outcomes dari kegiatan pelatihan.

  1. Evaluating Result.

Evaluasi hasil dalam level ke 4 ini difokuskan pada hasil akhir (final result) yang terjadi karena peserta telah mengikuti suatu program.

Termasuk dalam kategori hasil akhir dari suatu program training di antaranya adalah kenaikan produksi, peningkatan kualitas, penurunan biaya, penurunan kuantitas terjadinya kecelakaan kerja, penurunan turnover dan kenaikan keuntungan.

Beberapa program mempunyai tujuan meningkatkan moral kerja maupun membangun teamwork yang lebih baik. Dengan kata lain adalah evaluasi terhadap impact program.

Evaluasi Pelatihan Model Kirkpatrick adalah metode evaluasi pelatihan yang cukup Familiar, bagi perusahaan yang ingin merancang program pelatihan dan membutuhkan pelatihan yang berdampak bisa hadirkan kelas Train For Trainer 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan?